Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali Di Numpang Nampang RRI Pro 2

Senin (7/10), Numpang Nampang RRI
Pro 2 Denpasar menghadirkan narasumber dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura
dan  Perkebunan Provinsi Bali yang
dihadiri oleh Bapak I Made Oka Parwata selaku Fungsional dengan topik yang
diangkat berjudul Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan
Industri Lokal Bali. Topik tersebut diangkat karena berkaitan dengan Peraturan
Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018.

Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor
99 Tahun 2018 berisikan tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian,
Perikanan dan Industri Lokal Bali mewajibkan toko swalayan, hotel restoran dan
katering untuk menyerap produk lokal.

“Perlu waktu melaksanakan Pergub
karena harus merubah minset atau pemikiran masyarakat maka diperlukan
sosialisasi tentang Pergub Nomor 99 Tahun 2018 ke masyarakat,” ujar Oka
Parwata.

Dalam Peraturan Gubernur (Pergub)
Nomor 99 Tahun 2018, ada beberapa hal yang diatur didalamnya, yaitu jenis
produk, persyaratan produk,pemanfaatan produk, lembaga yang terlibat, sistem
pembayaran antara produsen dan konsumen, serta peran pemerintah, swasta, dan
masyarakat mengenai pemasaran produk.

Oka Parwata mengatakan alasan
dibentuknya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 99 Tahun 2018, karena Provinsi
Bali tidak hanya ada pariwisata kebudayaan namun ada produk lokal seperti
produk pertanian dan perikanan serta industri lokal yang perlu dikembangkan dan
dipromosikan agar tidak terjadi tumpang tindih. “Dalam perkembangan pariwisata
di Bali terjadi ketidak seimbangan, sektor pariwisata kebudayaan lebih menonjol
daripada sektor pertanian. Maka dibentuklah Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor
99 Tahun 2018 agar pariwisata pertanian, perikanan, dan industri lokal bisa
menonjol,” ujarnya.

Dalam rangka mendekatkan petani
dengan pengusaha restauran ataupun hotel, maka dianjurkan dilakukannya
kerjasama yang nantinya mampu saling menguntungkan kedua belah pihak. Diwajibkan
swalayan, hotel, dan pelaku usaha lainnya membeli hasil produk dari petani di
sektor pertanian dan perikanan ataupun industri lokal seperti halnya kerajinan
keramik yang bisa menggunakan produknya sebagai alat makan direstauran.

Saat ini, Dinas Tanaman Pangan,
Hortikultura dan  Perkebunan Provinsi
Bali sedang giatnya melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat khususnya petani
dan pelaku usaha. “Sudah ada 8 MoU yang dilakukan, ini adalah bentuk dukungan
terhadap petani dan juga mengembangkan produk lokal Bali,” ujar Oka Parwata.

Produk lokal Bali yang akan dipasarkan
ke Restauran, Hotel, dan tempat wisata lainnya harus memenuhi persyaratan
seperti, harus mempunyai sertifikat, sertifikasi, dan izin usaha. “Tidak semua
produk bisa masuk ke swalayan atau UKM lainnya,” ungkap Oka Parwata.

Sebelum segmen Numpang Nampang RRI Pro 2 Denpasar
berakhir, Oka Parwata mengatakan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 dibuat agar di Bali
tidak hanya terkenal kebudayaan pariwisata saja namun di sektor lainnya juga
berkembang. “Cintai produk dalam negeri, gunakan produk lokal sendiri,” tegas
Oka Parwata