Gubernur Koster Lepas 9 Truk Bantuan Logistik Bali untuk Korban Bencana NTT

A
Ditulis oleh Admin
Diterbitkan pada 08 Januari 2026
Sedang Mendengarkan
Gubernur Koster Lepas 9 Truk Bantuan Logistik Bali untuk Korban Bencana NTT

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster melepas pemberangkatan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak sembilan truk bantuan diberangkatkan dari Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Senin (31/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Pengiriman dikoordinasikan melalui Korem 163/Wira Satya untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.

Sejumlah kebutuhan pokok dikirim dalam bantuan tersebut, antara lain mi instan, biskuit, beras, minyak goreng, serta berbagai perlengkapan kebutuhan masyarakat lainnya.

Koster mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas masyarakat Bali terhadap masyarakat NTT yang tengah menjalani proses pemulihan pascabencana.

“Seluruh kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi Bali bergotong royong mengumpulkan bantuan. Bantuan kemudian dikonsolidasikan dan diberangkatkan dalam sembilan truk. Gotong royong tersebut menunjukkan kepedulian Bali terhadap masyarakat NTT,” kata Koster.

Bantuan Pemkot Denpasar Tembus Rp700 Juta

Koster secara khusus mengapresiasi partisipasi jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam pengumpulan bantuan. Bantuan yang dihimpun dari lingkungan Pemkot Denpasar disebut mencapai lebih dari Rp700 juta.

Menurut Koster, partisipasi tersebut mencerminkan semangat berbagi sekaligus kepedulian masyarakat Bali terhadap warga NTT yang terdampak bencana.

Ia berharap bantuan yang dikirim dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan sedikit meringankan beban mereka dalam menghadapi masa pemulihan serta pembangunan kembali wilayah terdampak.

Koster juga mengatakan pengumpulan bantuan dari Bali masih terus berlangsung. Tidak menutup kemungkinan bantuan tahap berikutnya kembali dikirim apabila jumlah bantuan yang terkumpul mencukupi.

Perjalanan ke NTT Diperkirakan 3 Hari 2 Malam

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra mengatakan pengiriman bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan Gubernur Bali.

Seluruh bantuan yang dihimpun Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota dikonsolidasikan menjadi satu pengiriman. Sebanyak sembilan truk kemudian diberangkatkan menuju NTT.

“Perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hari dua malam,” ujar Hadisaputra.

Menurut dia, proses pengiriman akan dilakukan dengan koordinasi dan pengawalan untuk memastikan bantuan dapat tiba sesuai waktu dan dalam kondisi baik.

Danrem juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali, para bupati dan wali kota, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam bantuan kemanusiaan tersebut.

Ia menyampaikan rasa duka dan simpati kepada masyarakat NTT yang terdampak bencana. Menurutnya, wilayah terdampak kini mulai memasuki tahap pemulihan dan pembangunan kembali.

Bantuan dari Bali diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus meringankan beban selama proses pemulihan.

Koster Ingatkan Keselamatan Tim Pengiriman

Koster memahami perjalanan menuju NTT memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait medan dan akses perjalanan yang cukup sulit.

Karena itu, ia meminta seluruh tim yang membawa bantuan mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Para pengemudi juga diminta bergantian mengemudi untuk menjaga kondisi fisik dan mencegah kelelahan.

Koster berharap seluruh rombongan dapat tiba dengan selamat dan bantuan yang dibawa sampai dalam kondisi utuh.

Bantuan tersebut selanjutnya akan diserahkan ke pusat penerimaan bantuan di Bajo sebelum didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita harapkan proses pengiriman dan penyerahan bantuan berjalan lancar dan seluruh bantuan dapat diterima dalam kondisi baik,” ujar Koster.

Solidaritas Bali untuk NTT

Pelepasan bantuan tersebut turut dihadiri Wali Kota Denpasar, Wakil Bupati Tabanan, Wakil Bupati Jembrana, serta sejumlah unsur terkait.

Koster menilai gotong royong lintas pemerintah daerah dalam mengumpulkan bantuan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana tidak mengenal batas wilayah.

Menurutnya, Bali memiliki tanggung jawab kemanusiaan untuk membantu masyarakat NTT yang sedang bangkit dari bencana.

Pengiriman sembilan truk logistik tersebut menjadi salah satu bentuk nyata solidaritas masyarakat Bali. Bantuan tidak hanya diharapkan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi warga NTT dalam menghadapi proses pemulihan.

Pemerintah dan masyarakat Bali, kata Koster, akan terus membuka ruang dukungan apabila bantuan yang terkumpul kembali mencukupi untuk dikirimkan pada tahap berikutnya.

Gotong royong tersebut sekaligus menjadi cerminan hubungan sosial dan kemanusiaan antara masyarakat Bali dan NTT yang terus terjaga.
Ditulis oleh Admin Diterbitkan pada 08 Januari 2026 Diperbaharui pada 08 September 2026