Direktori

Guest Statistic

Total:
1383166
Total page:
6249
Total Hr. ini:
583
Total Ming. Ini:
21792
Total bln. ini:
77341
Jum. online:
1

Exchange Rate

M. UangBeliJual
BI : 08/11/2008 01:19
CHF 9,378.929,478.78
EUR 14,028.6314,176.35
GBP 17,224.3417,405.56
JPY 11,382.9711,501.85
MYR 3,103.313,138.28
PGK 4,189.474,547.91
PHP 226.33228.81
THB 315.20318.85
USD 11,054.0011,166.00

Geologi

 

Struktur geologi regional Bali dimulai dengan adanya kegiatan di lautan selama kala Miosen Bawah yang menghasilkan batuan lava bantal dan breksi yang disisipi oleh batu gamping.

Di bagian selatan terjadi pengendapan oleh batu gamping yang kemudian membentuk Formasi Selatan. Di jalur yang berbatasan dengan tepi utaranya terjadi pengendapan sedimen yang lebih halus. Pada akhir kala Pliosen, seluruh daerah pengendapan itu muncul di atas permukaan laut. Bersamaan dengan pengangkatan, terjadi pergeseran yang menyebabkan berbagai bagian tersesarkan satu terhadap yang lainnya. Umumnya sesar ini terbenam oleh bahan batuan organik atau endapan yang lebih muda.

Selama kala Pliosen, di lautan sebelah utara terjadi endapan berupa bahan yang berasal dari endapan yang kemudian menghasilkan Formasi Asah. Di barat laut sebagian dari batuan muncul ke atas permukaan laut. Sementara ini semakin ke barat pengendapan batuan karbonat lebih dominan. Seluruh jalur itu pada akhir Pliosen terangkat dan tersesarkan.

Kegiatan gunung api lebih banyak terjadi di daratan, yang menghasilkan gunung api dari barat ke timur. Seiring dengan terjadinya dua kaldera, yaitu mula-mula kaldera Buyan-Bratan dan kemudian kaldera Batur, Pulau Bali masih mengalami gerakan yang menyebabkan pengangkatan di bagian utara. Akibatnya, Formasi Palasari terangkat ke permukaan laut dan Pulau Bali pada umumnya mempunyai penampang Utara-Selatan yang tidak simetris. Bagian selatan lebih landai dari bagian Utara.

Stratigrafi regional berdasarkan Peta Geologi Bali geologi Bali tergolong masih muda. Batuan tertua kemungkinan berumur Miosen Tengah.

Tabel Stratigrafi Pulau Bali

Kala Geologi Formasi
Kwarter Endapan aluvium terutama di sepanjang pantai, tepi Danau Buyan, Bratan, dan Batur
Batuan gunung api dari krucut subresen Gunung Pohen, Gunung Sangiang, Gunung Lesung
Lava dari Gunung Pawon
Batuan dari gunung api Gunung Batukaru
Batuan gunung api Gunung Agung
Batuan gunung api Gunung Batur
Tufa dari endapan lahar Buyan-Bratan dan Batur
Kwarter Bawah Formasi Palasari: konglomerat, batu pasir, batu gamping terumbu
Batuan gunung api Gunung Sraya
Batuan gunung api Buyan-Bratan Purba dan Batur Purba
Batuan gunung api Jembrana: lava, breksi, dan tufa dari Gunung Klatakan, Gunung Merbuk, Gunung Patas, dan batuan yang tergabung
Pliosen Formasi Asah: lava, breksi, tufa batuapung, dengan isian rekahan bersifat gampingan
Formasi Prapat Agung: batu gamping, batu pasir gampingan, napal
Batuan gunung api Pulaki: lava dan breksi
Miosen-Pliosen Formasi Selatan: terutama batu gamping
Miosen Tengah-Atas Formasi Sorga: tufa, napal, batu pasir
Miosen Bawah-Atas Formasi Ulukan: breksi gunung api, lava, tufa dengan sisipan batuan gampingan

Sumber: Master Plan Penunjang Investasi Provinsi Bali Tahun 2006-2010

Struktur Geologi

Gubernur

Made Mangku Pastika

Wakil Gubernur

A.A.G.N.Puspayoga

Agenda

-
MgSnSlRbKmJmSb
   01020304
05060708091011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Kritik & Saran

09/03/2010

m karcana
pura lokasi

22/02/2010

m karcana
bantuan perbaiki pura

10/02/2010

gopinda
pendidikan gratis

20/01/2010

Ngurah B
Ijin Sewa Kendaraan

14/01/2010

Vian
Produk Hukum

29/11/2009

i nyoman ariana
kesenbrawutan lingkungan

22/11/2009

Meriem Kheira Peillet
Berpatisipasi

13/11/2009

Ngurah suparta
masalah berita

Isi SaranArsip