Sabtu, 25 Nopember 2017

WUJUDKAN BALI CLEAN AND GREEN, BLH PROVINSI BALI SASAR KEBERSIHAN SELURUH SKPD PROVINSI BALI

Senin, 15 Juni 2015



Dalam mewujudkan salah satu program Bali Mandara yaitu menciptakan Bali Clean and Green, maka Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali melakukan gebrakan evaluasi kebersihan di lingkungan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Provinsi Bali. Demikian disampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Bali Gede Suarjana saat terjun langsung melakukan penilaian Kebersihan dibeberapa SKPD Provinsi Bali, (15/06).

Kepala BLH Gede Suarjana, mengungkapkan bahwa evaluasi kebersihan ini bertujuan untuk memberikan stimulan kepada para SKPD agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Ia mengungkapkann, dalam evaluasi ini terdapat beberapa kriteria penilaian seperti penilaian kebersihan ruangan, halaman, kamar mandi, drainase, kantin dan tempat suci. Selain itu evaluasi pertanaman, penghijauan seperti keberadaan tanaman langka, konservasi sumberdaya hayati, pengelolaan sampah dan limbah, efisiensi penggunaan air, listrik dan penggunaan energi terbarukan, juga menjadi perhatian tim penilai.

Lebih lanjut, Gede Suarjana menyampaikan bahwa dari hasil penilaian tadi akan diklasifikasikan kedalam nilai yang Baik, Cukup Baik dan Kurang Baik. Selanjutnya, bagi SKPD yang berada pada posisi nilai Kurang Baik akan diberikan bendera hitam dan yang mendapat nilai Baik akan diberikan bendera Hijau, dimana bendera-bendera tersebut akan dipasang pada depan kantornya, dan akan dievaluasi selama tiga bulan. Jika selama tiga bulan tesebut, SKPD yang mendapat bendera hitam tidak terjadi perubahan ke bendera hijau ,maka akan ada punishment dari Gubernur Bali, begitu juga sebaliknya akan ada reward untuk SKPD terbaik dari Gubernur Bali. Oleh karenanya, Gede Suarjana berharap semua SKPD sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dilingkungan kerja agar pemerintah dapat menjadi contoh dan panutan bagi masyarakat. “evaluasi kebersihan ini nantinya tidak hanya kita lakukan dilingkungan pemerintah, namun pada instansi vertikal juga akan kita sasar seperti perbankan dan instansi lainnya agar komitmen Bali Clean and Green dapat dilakukan bersama-sama” ujarnya.

Selanjutnya, penilaian kebersihan ini akan dilakukan selama dua hari kedepan mulai dari tanggal 15 sampai 17 Juni 2015, dimana pada hari ini BLH melakukan penilaian ke 18 SKPD seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindang)Provinsi Bali, Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provisni Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Provinsi Bali serta 13 SKPD lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali yang menjadi tujuan pertama tim penilai, menyasar beberapa titik yang menjadi acuan bagi penilaian. Kepala Disperindang Provinsi Bali Ni Wayan Kusumawati, menjelaskan kepada tim penilai bahwa pihaknya telah melakukan usaha terbaik untuk memberikan rasa nyaman pada lingkungan kerja mereka. Ia menjelaskan, hal yang telah mereka lakukan seperti membuat biopori untuk menampung kelebihan air pada saat musim hujan, pengelolaan sampah menjadi pupuk, membuat resapan air dan menata tanaman dengan rapi. Selain itu dari kebersihan ruangan, pihaknya juga secara rutin melakukan kegiatan kebersihan pada hari jumat sehingga menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan pada saat penilaian saja, namun juga setiap hari. Oleh karenanya, Ia berharap melalui kesadaran diri sendiri dan ditunjang dengan gebrakan program ini, akan mampu merealisasikan wacana “Bali sebagai Pulau Tanam”.

Senada dengan Kadisperindang, Kepala BPMPD Ketut Lihadnya yang ditemui saat dilakukan penilaian ke kantornya, mengungkapkan bahwa evaluasi ini sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran para SKPD untuk menjaga lingkungan tetap nyaman. Namun, disisi lain Ia berharap program BLH ini dapat bersinergi dengan dengan program BPMPD yaitu mewujudkan green economic dengan membudidayakan tanaman obat keluarga dimasing-masing SKPD. Ia menerangkan, terkait dengan pengelolaan dan menjaga kebersihan di lingkungan BPMPD, pihaknya telah melakukannya setiap hari contohnya program kebersihan setiap hari jumat. Ia berharap, dengan dukungan gebrakan ini komitmen mewujudkan Bali Clean and Green dapat segera terealisasi.