Sabtu, 25 Nopember 2017

SEMARAK PELAKSANAAN PESONA BUDAYA BALI DI TMII. SEBARKAN PESAN DAMAI, PROMOSI UNTUK BIDIK 10 JUTA WISATAWAN

Senin, 25 Mei 2015



Puncak pelaksanaan paket khusus Pesona Budaya Provinsi Bali yang berlangsung di Anjungan Bali Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Sabtu (23/5), berlangsung semarak dan meriah. Sejak sore hari, Anjungan Bali telah disesaki masyarakat se-Jabodetabek yang antusias ingin menyaksikan sejumlah pertunjukan seni yang ditampilkan.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini menjadi bagian penting dari promosi pariwisata Bali yang menargetkan 10 juta wisatawan di tahun 2029. Selain itu, melalui pertunjukan seni, Bali ingin menyampaikan pesan perdamaian ke seluruh nusantara.

Pastika menambahkan, pesona budaya juga bertujuan untuk lebih memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bali kepada masyarakat nusantara dan dunia, khususnya yang ada di Jakarta. Ibukota negara sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi dinilai sebagai tempat promosi efektif.

Mengingat strategisnya kegiatan ini, Pastika menyambut baik prakarsa TMII yang secara berkelanjutan memberikan kesempatan kepada para seniman, khususnya seni tradisi dari seluruh daerah untuk tampil melalui acara Pesona Budaya. Pastika berharap,para seniman dan pengrajin Bali memetik manfaat dari kegiatan ini untuk menambah wawasan dan pengalaman sehingga dapat memacu daya inovasi dan kreativitas serta inspirasi untuk melahirkan karya-karya seni bernilai tinggi.

Sementara pada sisi lain, berbagai kegiatan dalam Pesona Budaya diyakini akan membangun komunikasi budaya antar daerah sekaligus mengeksplorasi potensi pengembangan pariwisata di seluruh tanah air. Pastika menambahkan, dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara, agenda ini merupakan salah satu upaya pelestarian budaya nusantara sebagai pilar memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam keragaman. Sebab, dalam era global, secara kultural masyarakat Indonesia dihadapkan pada suatu tantangan besar yaitu adanya pergeseran paradigma nilai sosial budaya ke arah komersialisasi.

Malam puncak pesona budaya Bali dimeriahkan pagelaran. Seni Oratorium Bali Mandara (Bali Nusa Ning Nusa) yang ditampilkan ISI Denpasar mampu memukau penonton yang memadati Anjungan Bali. Oratorium ini mengajak masyarakat untuk merenung dan berpikir holistik, mencermati kejayaan masa lampau, instrospeksi dengan musibah teror bom hingga era kebangkitan dengan berbagai program Bali Mandara. "Melalui seni, kita ingin menyampaikan pesan perdamaian ke seluruh nusantara. Kita semua adalah satu, jangan saling bermusuhan," tambahnya. Dalam kesempatan itu, Pastika juga menyampaikan informasi terkait pelaksanaan PKB ke-37 Tahun 2015 yang akan digelar pada 13 Juni hingga 11 Juli mendatang. Melalui Duta Besar yang hadir, dia mengundang seluruh wisatawan dan kerabat di seluruh dunia untuk datang ke Bali pada momentum tersebut. Apresiasi terhadap pelaksanaan Pesona Budaya Bali juga disampaikan Ny.Bintang Puspayoga yang berkesempatan hadir pada acara tersebut. Menurutnya, kemasan acara sangat menarik dengan penampilan para seniman yang sangat piawai. Oratorium Bali Mandara yang dikemas sangat apik juga menyita perhatiannya karena membawa pesan perdamaian dan sosialisasi program pembangunan. Sebagai orang Bali yang saat ini mendampingi suami bertugas di Jakarta, ibu satu anak ini menyampaikan komitmennya untuk terus mempromosikan seni,budaya dan hasil kerajinan Bali. Kata Bintang Puspayoga, sekalipun seni dan budaya Bali telah dikenal luas, namun promosi harus dilakukan secara berkelanjutan.

Acara juga dihadiri sejumlah Duta Besar, wakil Bali yang duduk di DPR RI, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny.Ayu Pastika, Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra, Kepala SKPD Provinsi Bali dan jajaran manajemen TMII.