Sabtu, 25 Nopember 2017

JELANG MENGHADAPI MEA, WAGUB TEKAN PERAN KONSELOR BAGI ANAK DIDIK

Senin, 25 Mei 2015



Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta mengapresiasi seminar dan workshop yang digelar untuk membahas kesiapan memasuki persaingan di era global, khususnya Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun 2015. Demikian sambutan Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta saat membuka kegiatan Seminar Dan Workshop Internasional Konseling Malindo ke-4 di Harris Hotels, Sunset Road, Kuta-Badung, Jumat (22/5). “Saya berharap seminar ini akan menghasilkan rumusan-rumusan program yang aka menjawab tantangan yang akan kita hadapi dalam menyambut MEA mendatang,” ujarnya.

Lanjut Sudikerta, pemberlakukuan kerjasama ASEAN tidak dapat dihindari lagi akan terjadi pasar tunggal dimana akan terjadi arus barang, jasa dan investasi serta tenaga terampil yang bebas yang tidak dapat diproteksi. Penyiapan tenaga terampil yang mampu bertahan, bersaing dan mempunyai kompetensi yang memadai sangat dibutuhkan untuk menyambut kecepatan arus globalisasi. Diperlukan persiapan dalam peningkatan kualitas SDM yang dibutuhkan dalam persaingan global sehingga pengembangan konseling akan membantu pengembangan kekuatan diri para generasi muda terutama anak didik para mahasiswa yang akan memanggul tanggung jawab dalam menghadapi persaingan global dimasa selanjutnya. Sudikerta berpesan kepada para konselor untuk memberikan konseling kepada anak didik dan generasi penerus muda dengan baik agar kehawatiran serta kecemasan dapat teratasi melalui meningkatnya keepercayaan diri dan memberikan pengetahuan sesuai dengan standar yang diperlukan dilapangan pekerjaan. Dengan bekal dari para konselor seperti itu, Sudikerta yakin tenaga kerja yang dihasilkan oleh Indonesia akan siap merebut pasar tenaga kerja yang dibutuhkan oleh ASEAN.

Sementara itu, Rektor IKIP PGRI Bali yang sekaligus menjadi ketua panitia, Dr. I Made Suarta, SH, M. Hum, menyampaikan kegiatan seminar Seminar dan Workshop Internasional Konseling Malindo ke-4 didasari dengan pada akhir tahun 2015 masyarakat Indonesia dan masyarakat Malaysia akan memasuki dan menghadapi Masyarakat ekonomi Asean (MEA). Ia menambahkan tema yang diambil yakni “ Peran Profesi Konseling Dalam Menyiapkan Sumber Daya Manusia Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean” berlangsung selama 2 hari tanggal 22-23 Mei 2015. Dalam kegiatan ini dihadiri pembicara atau pemakalah yang berjumlah 107 orang yang terdiri dari 79 orang pemakalah dari Indonesia, 27 Pemakalah dari Malaysia, 1 orang dari Amerika sedangkan jumlah peserta 327 orang yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei. Kegiatan Seminar dan Workshop Internasional Konseling Malindo ke-4 terlaksana berkat kerjasama IKIP PGRI Bali, ABKIN Indonesia, PERKAMA, JPA Malaysia, tambah Made Suarta.

Dalam acara tersebut turut hadir Presiden Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN), Prof. Dr. Mungin Edi Wibowo, M.Pd, Kons, Presiden Persatuan konseling antar bangsa Malaysia (PERKAMA) Prof. Dato Dr. Abdul Halim bin Mohamad Husin, Presiden Persatuan Pegawai Psikologi Perkhidmatan Awam Malaysia, Dr. Abdul Djalil Hasan, serta Presiden Lembaga Konselor Malaysia, Nor Amni Yusuf