Jumat, 20 Oktober 2017

Gubernur Pastika Bantu Nengah Menuh Warga Miskin Asal Pangkung Paruk

Rabu, 25 Mei 2016



Pemberitaan di media tentang Nengah Menuh (80th), warga miskin yang hidup sebatang kara di gubug reot yang terletak di Banjar Dinas Kembang Sari, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng, direspon cepat oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang secara khusus mengutus tim Humas Pemprov untuk menyerahkan bantuan sementara kerumahnya, pada Selasa (24/05).
Nengah menuh merupakan seorang nenek (80th), yang hidup sebatang kara disebuah rumah yang berdinding anyaman bambu, beralaskan tanah dan sering mengalami sakit ketika hujan mengguyur gubuknya. Nenek menuh, sebenarnya memiliki seorang anak namun anak tersebut sudah menikah ke lain desa. Sedangkan saat ini dirinya hanya dipelihara oleh anak tirinya bernama Made Mustari (63th). Ketika ditemui oleh Tim Biro Humas, Nengah Menuh menceritakan bahwa dirinya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar, mengingat kondisi fisiknya yang sudah renta serta anak tirinya Made Mustari juga tidak sanggup untuk bekerja lebih berat dalam membantu memenuhi kebutuhan nengah menuh sehari-hari. Untuk itu, Ia sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah, khususnya dalam memperbaiki rumahnya yang sudah reot, sehingga dirinya tidak kedinganan lagi disaat malam hari dan tidak kepanasan disaat siang hari.
Sementara itu Perbekel Pangkung Paruk Ketut Sudiarsa, mengungkapkan bahwa Nengah Menuh tidak termasuk dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS), namun sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Ia menjelaskan bahwa, di Desa tersebut dari 2.123 kk yang ada, masih terdapat 709 kk miskin. Sementara itu, dari 709 kk miskin tersebut, yang benar-benar serupa kondisinya dengan Nengah Menuh hanya 200 kk yang tersebar di tujuh banjar dinas (dusun) di Desa Pangkung Paruk. Selanjutnya, Ia mengatakan bahwa untuk mempercepat pengentasan kemiskinan di desa Pangkung Paruk, pihaknya telah secara intens berkoordinasi dengan Dinas Sosial yang ada di Provinsi dan sampai saat ini masih dalam proses realisasi.
Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai dan beras 50kg guna meringankan beban kehidupannya sehari-hari. Sedangkan untuk bantuan selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan.