Sabtu, 25 Nopember 2017

GUBERNUR TEKANKAN JIWA PATRIOTISME DALAM PENDIDIKAN

Rabu, 17 Juni 2015



Sebagai provinsi yang hanya mengandalkan sumber daya Bali harus mampu mengembangkan sebuah pendidikan yang memiliki jiwa patriotisme dengan berlandaskan cinta tanah air dan juga berwawasan kebangsaan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menerima audiensi dari Yayasan Kebangkitan Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, di Ruang Kerja Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (16/6).

“Dalam pendidikan selain kita melihat kualitasnya, kita juga perlu menanamkan jiwa patriotisme di dalamnya sehingga para siswa tersebut akan memiliki rasa cinta kepada masyarakat dan bangsanya sehingga mampu menciptakan seorang pemimpin yang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri,” tegas Pastika. Pastika berharap masyarakat Bali hendaknya meninggalkan mental – mental feodal jika ingin maju dan berkembang, “we have to go forward, no retreat, ini sederhana namun kadang kita lupakan,” ungkap Pastika. Ia juga menginginkan masyarakat Bali untuk jangan terlalu melihat dan bangga akan masa lalu.

Sementara itu senada dengan Gubernur Pastika, Ketua yayasan Kebangkita Proklamasi I Gusti Ngurah Gede Yudana menyatakan bahwa pihaknya saat ini telah mengembangkan sebuah sekolah menengah kejuruan yang dimana para siswanya sebagian besar diisi oleh siswa kurang mampu yang saat ini telah berjalan selama 5 tahun dan berjalan lancar. Selain itu pihaknya saat ini ingin mengembangkan Stispol Wira Bhakti agar bisa menjadi sebuah Istitut Ilmu Sosial dan Politik Wira Bhakti. Oleh karena hal tersebut, pihaknya memohon bantuan dukungan dari Gubernur Pastika berupa pembangunan gedung untuk memfasilitasi mahasiswa saat ini dan kedepannya yang diproyeksikan akan semakin banyak. Lebih lanjut disampaikan Yudana terkait dengan admisitrasi untuk menjadi Institut, pihaknya telah menambah jumlah prodi dari 2 prodi yakni administrasi negara dan administrasi bisnis, menjadi 4 prodi dengan menambahkan prodi ilmu sosial dan politik serta ilmu hukum, sesuai dengan aturan yang telah disampaikan bahwa institut minimalnya memiliki 4 prodi.