Minggu, 30 April 2017

GUBERNUR PASTIKA BANTU PURNAWAN PENDERITA CEREBRAL PALSY ASAL BONA GIANYAR

Jumat, 27 Mei 2016



Pemberitaan di media tentang I Wayan Purnawan (18), remaja dari keluarga kurang mampu yang mengidap penyakit cerebral palsy mendapat perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang secara khusus mengutus tim Humas Pemprov untuk meninjau langsung keadaan yang bersangkutan serta untuk  menyerahkan bantuan sementara kerumahnya, di Br. Belega Kanginan, Ds. Bona, Kec. Blahbatuh, Gianyar, Selasa (25/5).

Purnawan merupakan putra pasangan I Ketut Pageh (43) bersama Ni Wayan Nadi (40), menderita gejala kelumpuhan pada otak (cerebral palsy) semenjak tamat pendidikan Sekolah Dasar (SD), dengan kondisi kaki yang semakin hari semakin mengecil hingga tidak mampu lagi untuk menopang tubuhnya untuk berjalan. Hal tersebut membuatnya tidak bisa lagi melanjutkan pendidikan, sehari-hari ia hanya bisa berdiam diri menahan sakit yang diderita. Kondisi perekonomian keluarganya yang tergolong kurang mampu pun ikut memperparah keadaan purnawan, karena tidak bisa mengantarkannya berobat untuk mendapatkan penanganan yang layak. Pageh yang hanya bekerja sebagai buruh bambu, berpenghasilan tidak tetap yang hanya cukup untuk makan sehari-hari. Sehingga perawatan anaknya sehari-hari harus diserahkan kepada istrinya, yang dilakukan seadanya. Pageh saat mendapat kunjungan dari Tim mengaku sangat berterimakasih atas keperdulian Gubernur Bali kepada keluarga kurang mampu seperti dirinya, Ia pun sangat mengharapkan mendapat bantuan selanjutnya berupa pengobatan bagi anaknya. “Semoga Bapak Gubernur Bali bisa membantu pengobatan anak tiang, agar anak tiang bisa beraktifitas seperti pemuda sebayanya,” pinta Pageh.

Sekretaris Desa Bona, I Gusti Ngurah Anom yang kala itu ikut mendampingi kunjungan Tim menjelaskan, bahwa keluarga yg bersangkutan termasuk keluarga miskin dengan kondisi rumah layak huni, sehingga tidak masuk dalam kategori penerima bantuan bedah rumah. Namun bantuan raskin sudah diberikan secara rutin setiap bulannya. Senada dengan Pageh, Ia pun menyatakan pengobatan  merupakan bantuan lanjutan yang paling cocok untuk Purnawan.

Tim pada kesempatan itu menyalurkan bantuan sementara berupa uang tunai, beras dan mie instan guna meringankan beban kehidupan keluarga tersebut selama beberapa hari kedepan, sambil menunggu bantuan selanjutnya yang akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi terkait. Gerakan responsif Pemprov Bali ini juga diharapkan dapat menggugah kepedulian masyarakat mampu terhadap sesama yang membutuhkan.