Sabtu, 25 Nopember 2017

GUBERNUR AJAK MASYARAKAT BELAJAR DARI KASUS ANGELINE

Senin, 15 Juni 2015



Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak seluruh masyarakat agar belajar dari kasus Angeline, bocah 8 tahun yang kisah hidupnya berakhir tragis dan kasusnya menyita perhatian publik. Hal tersebut disampaikan orang nomor satu di Bali tersebut dalam Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja(PB3AS) yang rutin digelar di lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Denpasar ( Minggu 14/6).

Pastika mengingatkan agar calon orangtua memiliki kematangan baik mental maupun pekerjaan sebelum memutuskan untuk memiliki seorang anak mengingat anak adalah titipan Tuhan yang harus dijaga, dipelihara dan diberi pendidikan yang baik . “Jika orang tua menelantarkan anaknya bukan hanya menanggung dosa tetapi juga dapat dikenakan sanksi, ” ujar Pastika. Menurutnya orangtua perlu mengajak anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar , seperti contohnya mengajak anak berolah raga bersama sehingga anak bisa bersosialisasi dan mendapat udara segar. Gubernur juga mengingtakan agar masyarakat bersifat peduli dan peka serta berani melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan kasus serupa di lingkungan sekitar mereka. Dalam orasinya Pastika juga menghimbau agar para orang tua juga memperhatikan kesehatan serta asupan gizi anak ataupun cucu mereka.”Jika anak tidak tumbuh menjadi anak yang soleh dan anak yang suputra maka itu adalah kesalahan dari orang tua,” tandas Pastika.

Hal senada juga disampaikan beberapa masyarakat yang juga menaruh simpati atas permasalahan yang menimpa Angeline. Seperti Dede warga dari Denpassar dalam orasinyayang menekankan perlunya seleksi ketat yang dilakukan oleh panti asuhan atau yayasan sosial sebelum menerima calon orang tua asuh berhak untuk mengadopsi atau mengangkat seorang anak. Kesehatan mental dari calon oarng tuaa suh juga patut diperhatikan .Ia juga berharap agar KPIA ,relawan dan pihak terkait tetap mengawal kasus Angeline sampai tuntas. Nina seorang pelajar dari Denpasar juga turut menyoroti kasus Angeline. Ia menggugah kepedulian masyarakat akan lingkungan sekitar dan mengingatkan para orang tua untuk menyayangi dan menjaga anak mereka. “Kita bersama sama harus menghentikan kekerasan pada anak, “ pungkasnya.

Di sisi lain Ketut Wenten, seorang akademisi Dosen Poltek Bali mengangkat sisi yang berbeda yaitu tentang pelaksaanaan program Bali Mandara,dimana ia menekankan perlunya sinergitas antara pihak pemerintah provinsi dengan pemerinatah kabupaten serta kota untuk mewujudkan visi dan misi dari Bali Mandara.

Hal senada juga diungkapkan ole Bapak Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Ketut Lihadnyana bahwasannya semua program Bali mandara memiliki tujuan menngkatkan kesejahteraan rakyat.Beberapa program unggulan seperti JKBM, Simantri,gerbangsadu serta program unggulan lainnya memiliki visi dan misi yang sama yaitu mensejahterakan rakyat dan membawa Bali menuju Bali yang Aman Damai Maju dan Sejahtera. Dalam orasinya ia juga memaparkan bahwasannya Program Gerbangsadu hingga saat ini sudah membantu 202 desa dengan memberi angggaran masing masing desa sebesar 1milyar20juta. Demikian juga denga program simantri ,dimana telah terbentuk 500 kelompok simantri yang nantinya diharapkan dapat menciptakan Bali pulau organik. Ia berharap masyarakat tetap memberi masukan dan mengkritisi pelakasaan program Pemprov Bali.” Masyarakat adalah wasit dari program yang dicanangkan dan dijalankan pemerintah Provinsi Bali,”ujar Lihanyana.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ny. Ayu Pastika, dan sejumlah Kepala SKPD di lingkungan Pemprov Bali