Sabtu, 25 Nopember 2017

PEMBUKAAN PESTA KESENIAN BALKE 37 TAHUN 2015 PASTIKA HARAPKAN TEMA JAGADHITA MENJADI LANDASAN SENIMAN DALAM BERKARYA

Senin, 15 Juni 2015



Pesta Kesenian Bali merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagi puncak apresiasi seniman Bali dan sarana komunikasi antarseniman. Demikian disampaikan GubernurBali Made Mangku Pastika pada acara pembukaan Pesta Kesenian Bali 37 di Panggung Terbuka Ardha Chandra Taman Budaya Denpasar, (13/6) "Terkait dengan tema Jagadhita yang diangkat dalam PKB ini menggambarkan kehidupan seni budaya masyarakat Bali yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan kesejahteraan," ujarnya. Ia menambahkan, melalui tema ni diharapkan mampu menjadi landasan yang kokoh agar seniman lebih bekerja keras dalam berkarya dan melahirkan inspirasi seni budaya yang inovatif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan kehidupan berkesenian yang menempatkan fungsi kebudayaan Bali sebagai budaya yang dijiwai agama Hindu serta sebagai modal budaya masyarakat Hindu Bali agar tetap utuh dan lentur dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di era globalisai”, jelas Pastika. Lebih lanjut Pastika menyampaikan bahwa kegiatan PKB diformulasikan dalam bentu kegiatan pawai, pagelaran, lomba/parade, pameran, sarasehan dan lomba dokumenter yang melibatkan bebrbagai jenis kesenian, dan khusus PKB ke 37 Tahun 2015 melibatkan 350 kesenian dengan dukungan 15.000 orang dari Kabupaten/Kota se Bali dan juga luar Bali yang berjumlah sekitar 26 daerah dan bahkan dari luar negeri yang berjumlah 5 negara antara lain Jepang, Amerika, India, australia dan Timor Leste. “Kehadiran kesenian luar ini diharapkan dapat memberikan suatu tawaran baru dalam rangka pengembangan seni budaya Bali dan menjadi media yang sangat strategis sebagai sumber inspirasi bagi para seniman kita serta untuk menambah apresiasi masyarakat Bali”, imbuh Pastika.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan hadir kesempatan itu dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti PKB tersebut menandakan bahwa masyarakat di Bali telah menjadikan seni dan budaya sebagai salah satu keseharian yang datang karena kecintaannya akan Bali. Anies menggambarkan bahwa kesenian tersebut merupakan salah satu kehidupan dan penjiwaan di Bali dan hal tersebut telah menjadi salah satu ciri ke Indonesiaan yang patut dilestarikan dan juga patut untuk di turunkan ke anak – anak muda saat ini. Anies juga mengharapkan kedepannya Bali dapat selalu berkembang dan semakin bersinar sebagai salah satu corong berkesenian dan berbudaya di Indonesia.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia dalam sambutannya yang dibacakan oleh Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya, ia mngatakan bahwa belum ada daerah lain yang mampu melaksanakan kegiatan seperti ini setiap tahunnya, dan Bali telah menunjukkannya sebagai salah satu penciri identitas sebuah bangsa yang telah mampu dilestarikan dalam kepungan globalisasi saat ini. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa di tahun 2014 Bali telah dikunjungi oleh 3,7 juta wisatawan asing dan 6,9 juta wisatawan dalam negeri dan telah menyumbang 31% PDRB Indonesia. Hal tersebut menandakan bahwa pengembangan pariwisata melalui seni dan budaya tersebut mampu untuk mendongkrak pembangunan ekonomi tidak hanya di Bali namun juga Indonesia. Sehingga dengan adanya potensi yang sangat besar di bidang culture industri tersebut maka diharapkan mampu untuk mencapai tujuan pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan rakyat sesuai dengan tema yang diusung yakni Jagaddhita.

Pembukaan PKB 37 ditandai dengan pembunyian okokan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan serta Gubernur Pastika. Pembukaan kali ini juga menampilkan oratorium yang dipersembahkan oleh Institut Seni Indonesia Denpasar yang berjudul Ayodhya Kretanegara mengambil tentang lahirnya epos Ramayana yang mengisahkan bagaimana kelahiran dari Shri Rama yang merupakan salah satu Awatara dari Dewa Wisnu di Ayodhya Pura tengah di penuhi keangkara murkaan.