Jumat, 22 Juni 2007

Sosialisasi Undang-Undang Kewarganegaraan

Dalam rangka memahami Undang-Undang Kewarganegaraan secara benar, Selasa (18/6) Gubernur Bali yang diwakili Asisten I Setda Bali Gede Putu Wardana,SH.MM. membuka secara resmi Sosialisasi Undang-Undang No.12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan di Denpasar ditandai dengan pemukulan gong.

Kepala Badan Informasi Publik Departemen Komunikasi dan Informatika RI.Suprawoto mengungkapkan, Undang-Undang No.12 tahun 2006 diundangkan sangat penting untuk dipahami secara benar oleh seluruh lapisan masyarakat, karena berkaitan langsung dengan kepentingan pribadi, kepentingan keluarga dan keturunan serta kepentingan bangsa dan negara, karena Undang-Undang No.12 tahun 2006 ini bertujuan untuk memberikan keadilan bagi seluruh warga negara dalam memperoleh kewarganegaraan.

Oleh karena itu, Aparatur baik di pusat maupun di daerah diharapkan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada seseorang untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dengan tidak memandang perbedaan etnis. Sehingga kita semua dapat mengambil manfaat yang besar dalam rangka melindungi kepentingan Warga Negara Indonesia dan sekaligus mampu membangkitkan peran serta secara nyata dalam proses pembangunan bangsa.

Gubernur Bali dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Bali Gede Putu Wardana,SH.MM. dalam sambutannya mengungkapkan, sosialisasi dalam proses penyusunan perancangan peraturan perundang-undangan dimaksudkan untuk mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat dan dari semua pihak baik yang menyangkut materi muatan maupun yang menyangkut aspek yuridisnya.Masukan-masukan dan aspirasi masyarakat ini diharapkan menambah, melengkapi, menyempurnakan serta untuk membulatkan rancangan, sehingga pembahasan pada sidang-sidang DPR, dapat berjalan dengan lancar.Sosialisasi ini merupakan langkah efektif yang perlu dilaksanakan, sehingga peraturan perundang-undangan tersebut dapat diberlakukan dengan baik dan efektif.

Sementara I Gusti Ngurah Suparta,SE,MSi.Kepala Bidang Pelayanan Informasi pada Badan Informasi Telematika Daerah Provinsi Bali mengatakan, Sosialisasi ini merupakan salah satu sarana pendidikan politik masyarakat sebagai suatu bentuk peran serta dalam berkehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat khususnya dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis dalam tata cara berkewarganegaraan tanpa memandang perbedaan etnis, suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin dan gender.

Sosialisasi Undang-Undang No.12 tahun 2006 berlangsung sehari dengan jumlah peserta 100 orang terdiri dari unsur mahasiswa, siswa, tokoh masyarakat, generasi muda, lembaga swadaya masyarakat, kelompok etnis, aparatur kecamatan, kelurahan dan organisasi wanita yang ada di Bali , dengan mengambil Tema : Dengan Sosialisasi Undang-Undang Tentang Kewarganegaraan Kita Bina Kehidupan Yang Lebih Harmonis Tanpa Memandang Perbedaan Etnis. Nara sumber dari Direktorat Ijin Tinggal dan Status Keimigrasian, Dep.Hukum dan HAM RI, Kepala Badan Kependudukan Provinsi Bali, Kelompok Perkawinan Campuran Melalui Tangan Ibu (KPC Melati) jakarta.Sedangkan sosialisasi dengan metode pemaparan materi, diskusi dan diakhiri dengan tanya jawab.

Help Desk

Keluhan Masyarakat

Statistik Website :