Rabu, 14 Nopember 2018

Rapat Kerja Gubernur Anggota MPU

Jumat, 04 Juni 2010



Pemerintah Provinsi Bali mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah rapat kerja Gubernur anggota Forum Kerjasama Daerah Mitra Praja Utama pada tahun 2010 ini. Rapat kerja kesepuluh FKD - MPU tahun 2010 ini dilaksanakan dari tanggal 2 s/d 4 Juni 2010 di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Bali, diikuti kerja sekitar 290 orang dan dihadiri Gubernur Lampung, Jawa Barat, Bali, dan NTT, Wakil Gubernur NTB, DIY dan Banten serta Sekda Provinsi Jatim, Jateng, dan DKI. Raker tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Depdagri DR. Drs. Sodjuangan Situmorang, M.Si mewakili Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

Raker Gubernur anggota FKD-MPU tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Otonomi Daerah dan Kerjasama Daerah Kita Mantapkan Program Kerja FKD-MPU Menuju Millennium Development Goals (MDGs) 2015”.

Maksud dari Rapat Kerja ini adalah sebagai forum pertemuan bagi seluruh satuan kerja perangkat daerah dari seluruh Pemerintah Provinsi yang menjadi anggota FKD-MPU. Tujuan raker adalah untuk menentukan program prioritas MPU tahun 2011 – 2015 serta menggali potensi yang dikerjasamakan oleh anggota FKD MPU dalam tahun 2011.

Asisten I Sekda Provinsi Bali I Gusti Made Sunendra SH melaporkan, sebelum dilaksanakan Raker ini telah dilaksanakan pertemuan pra raker di NTT dan NTB. Salah satu kesepakatan penting dari pra Raker itu adalah Raker FKD – MPU yang semula dilaksanakan tiga kali dalam setahun disederhanakan menjadi hanya dua kali. Kesepakatan lainnya adalah dicapainya sebanyak 23 program prioritas serta sejumlah kerjasama meliputi bidang ekonomi, infrastruktur, sosial dan pemerintahan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengemukakan, atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Bali, sangat berterima kasih atas dipilihnya Bali sebagai tuan rumah kegiatan ini. Gubernur berharap, para peserta Raker tidak hanya memanfaatkan momentum ini untuk mengikuti Raker, akan tetapi juga untuk mengenal lebih jauh mengenai Bali.

Lebih lanjut Gubernur Mangku Pastika mengemukakan bahwa Raker ini merupakan wahana evaluasi kerja terhadap apa yang telah dilakukan selama ini, memantapkan kerjasama dalam tahun 2010 serta menyusun rencana kerjasama tahun 2011.

Agar kerjasama antar anggota FKD-MPU berjalan baik, Gubernur Bali mengemukakan setidaknya ada dua hal yang perlu dipertimbangkan. Pertama, seluruh anggota perlu menyamakan persepsi mengenai bidang-bidang ada yang akan dikerjasamakan. Kedua, kerjasama yang dilaksanakan hendaknya tidak terbatas pada aspek kewilayahan dan potensi daerah, akan tetapi juga untuk mempelajari keunggulan daerah lain untuk meningkatkan daya saing masing-masing anggota.

Sementara Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutan tertulisnya mengemukakan bahwa forum kerjasama ini sangat penting khususnya sebagai wahana dalam merumuskan perencanaan agenda pembangunan dengan mempertimbangkan aspirasi, keinginan dan tuntutan –tuntutan kebutuhan regional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui rapat kerja Gubernur ini dapat dievaluasi hasil kerjasama yang telah ditetapkan bersama-sama dan telah menjadi komitmen masing-masing anggota forum dalam upaya untuk meningkatkan pembangunan di daerah masing-masing.

Pemerintah Daerah dimungkinkan dapat lebih memaksimalkan pengelolaan potensi sumber daya alam, sistem transportasi, pengairan, air minum, pelayanan kesehatan, pendidikan dan lain-lain, untuk selanjutnya dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi kepentingan bersama. Lebih-lebih apabila dikelola secara bersama-sama. Sebagai contoh, kata Mendagri, Provinsi Bali dengan keunggulan pariwisatanya diharapkan menjadi pintu gerbang atau membuka pasar untuk daerah lain. Contoh lainnya, Lampung mempunyai potensi pertanian yang mampu dipasarkan ke tingkat internasional. Maka melalui forum kerjasama antar daerah, daerah lain dapat menyuplai kebutuhan untuk pemasaran. “Pada gilirannya hal inilah yang diharapkan meningkatkan daya saing komparatif dan kompetitif wilayah untuk bersaing ditingkat nasional maupun internasional,” kata Mendagri.